desa

banjar

pura

puri

subak

kesenian

situs budaya

lokasi wisata

sulinggih

lpd

pasar

tokoh seni tari

tokoh seni musik/tabuh

tokoh seni karawitan

dalang

tokoh sastra

tokoh seni drama

tokoh seni patung

tokoh seni ukir

tokoh seni lukis

pemangku

tukang banten

sekaa tabuh

sanggar tari

sanggar karawitan

sanggar pesantian

sanggar arja

sanggar wayang

sanggar dolanan

sanggar lukis

Desa Pakraman Kota Denpasar

Desa Panjer Kec. Denpasar Selatan

Author : Dinas Kebudayaan Kota Denpasar

Post on : Jun 13 2018 :: 12:37:39 PM

Desa Panjer


Masa Jaya Tohjaya yang rajanya pada masa itu bernama Arya Benculuk atau Arya Tegeh Kori, mempunyai seorang patih pada waktu itu disebutkan namanya Dukuh Melandang. diceritkan mempunyai putri yang bernama Si Luh Semi. Si Luh Semi sesudan dewasa menjalin hubungan cinta dengan Raja Arya Tegeh Kori yang sudah mempunyai istri/permaisuri. Lama kelamaan kedua insan tersebut Arya Tegeh Kori + Luh Semi memadu hubungan cinta akhirnya Luh Semi mengandung. Hal inilah lantas diketahui oleh permaisuri Arya Tegeh Kori, maka dipanggilah Dukuh Melandang ( Patih Tegeh Kori ). Kemudian permaisuri memerintahkan si Patih Dukuh Melandang supaya membunuh anaknya Luh Semi, karena telah melakukan perbuatan asusila di Puri Keraton yang dinilai mencemohkan kewibawaan Keraton, agar tidak menjadi contoh yang tidak baik. Patih Dukuh Melandang yang kebetulan adalah ayah Luh Semi senidir patuh akan di perintah permaisuri, disamping merasa malu akan perbuatan putinya dan mengingat akan tanggung jawab tugas selaku patih, lalu pada suatu malam hari patih mengajak anaknya Luh Semi menuju kearah selatan dan sampailah pada suatu tempat yang rindang yaitu kuburan. di kuburan inilah anaknya yaitu Luh Semi sedianya dibunuh oleh ayahnya yaitu Dukuh Melandang. setelah tiga kali berturut turut berturut - turut Luh Semi ditikam dengan keris oleh ayahnya, selalu dihalang-halangi oleh seekor anjing Bulu Cemeng (warna abu-abu) yang datangnya secara tiba-tiba disitu. maka Dukuh Melandang berfikir dan berkesimpulan tidak jadi membunuh Luh Semi. Untuk menutupi perbuatannya maka anjing bulu cemeng itu lantas dibunuhnya sekaligus dibuatkan gegumukan (kuburan) seperti menguburkan manusia.

maka mulai pada waktu itulah kuburan tersebut bernama Seme Buung Keneng ( buung=tidak jadi dibunuh ), Keneng dari kata kaeneng = pikiran Dukuh Melandang mandeg untuk membunuh Luh Semi, karena dengan tanda-tanda pada saat mau menikamnkan kerisnya selalu dihalangi oleh anjing bulu cemeng yang tiba-tiba berada di depannya di kuburan itu.

selanjutnya Luh Semi dibawah kearah selatan dan disembunyikan disuatu hutan paku. Kemudian Dukuh Melandang kembali dilaporkan bahwa anaknya Luh Semi sudah dibunuh dan telah dikuburkan di kuburan "Buung Keneng"

Batas-batas Desa


•   Batas Utara   : Desa Adat Yang Batu & Tanjung Bungkak

•   Batas Timur   : Desa Pekraman Renon

•   Batas Selatan   : Desa Pekraman Sidakarya

•   Batas Barat   : Desa Pekraman Sesetan

Perbekel Desa


A.A. Ketut Oka Adnyana, SST, MSI

•   Nama   : A.A. Ketut Oka Adnyana, SST, MSI

•   Tempat/Tgl Lahir   : - • 01 Desember 1900

•   Alamat   : Jl. Waturenggong No. 119

•   No. Telp   : 081238011954

•   Masa Jabatan   : 5 tahun

Lembaga Pembangunan Desa


•   Nama   : LPD Desa Pakraman Panjer

•   Alamat   : Jl. Waturenggong No.167A, Panjer, Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80234

•   Ketua   : Anak agung gede kompyang ardana S.E

Pasar Desa


•   Nama   : Pasar Nyanggelan Panjer

•   Alamat   : -

•   Pengurus   : Wayan Darmana, Spt

Perangkat Desa


No Nama J/K Jabatan Alamat No. Telp
1 Drs. I Nyoman Ardana Laki-laki Penyarikan Br. Kangin 0
2 I Wayan Kerna Wiyasa Laki-laki Petengen Br. Celuk 0
No Nama J/K Jabatan Alamat No. Telp

Sumber Informasi : desa panjer

Desa Lainnya di kec. Denpasar Selatan