desa

banjar

pura

puri

subak

kesenian

situs budaya

lokasi wisata

sulinggih

lpd

pasar

tokoh seni tari

tokoh seni musik/tabuh

tokoh seni karawitan

dalang

tokoh sastra

tokoh seni drama

tokoh seni patung

tokoh seni ukir

tokoh seni lukis

pemangku

tukang banten

sekaa tabuh

sanggar tari

sanggar karawitan

sanggar pesantian

sanggar arja

sanggar wayang

sanggar dolanan

sanggar lukis

Kesenian di Kota Denpasar

Sekaa Gambuh Desa Pedungan • Desa Pedungan

Author : Dinas Kebudayaan Kota Denpasar

Post on : Oct 09 2019 :: 09:18:48 AM

Viewed by : 1274 people

Deskripsi


-

Sejarah


Sekaa Gambuh Desa Pedungan Warisan Suci Para Leluhur

          Ketika keseniman luluh lantak terutama akibat kekejaman kolonial belanda, tarian gambuh di desa pedungan, denpasar tetap bertahan. Itu karena hakekat dan dinamika tari gambuh ini menjanjadikan Desa Pedungan terkenal sebagai pusat tarian gambuh di Bali.

            Seperti bidang kesenian lain di bali, tarian gambuh di desa pedungan berkembangan dalam lembaran sejarah kesenian bali yang cukup panjang. Awalnhya tarian yang komposisi pementasan drama tari ini belum koordinasi dalam wadah sekaa kesenian gambuh. Tarian ini tumbuh alami seiring dengan kebutuhan tarian sakral di desa  Pedungan. Gambuh merupakan tarian sakral yang di warisi secara turun temurun dari para leluhur warga dan berkembang mulai tahun 1836, hingga kinibelum di temukan bukti tertulis, apa nama tarian tersebut sebelum dinamakan nya tari gambuh.

            Kesan ritulisme tarian gambuh tercermin karena tarian ini menifestasi dari titah Ida Betara di Puseh Pedungan. Karenanya tarian gambuh ini lebih populer dengan sebutan gambuh gambuh “ duwe” . kepopuleran nya tidah hanya di lingungan banjar pedungan, melainkan jauh di luar pura antara lain sempat di kembangkan kalangan puri pemecutan denpasar. Sebelum di puri pemecutan, di pedungan sudah terdapat sekaa “darurat” gambuh yang beranggotakan penari dari banjar-banjar yang ada di pedungan dan luar pedungan. Selanutnya , gambuh “duwe” puri denpasar.

            Ketika terjadfi persang puputan badung, gambuh di pedungan sempat punah dan tidak terwadah dalam sekaa. Namun setelah peristiwa heroik, sejumlah tokoh masyarakat hancur diantaranya lewat membentuk sekaa gambuh. Sekqaa gambuh ini lah yang sempat mengibarkan desa pedungan hingga pedungan identik dengan tarian gambuh nya.

            Berdirinya lembaga pendidikan seni tari di Bali (ASTI) memberikan ingin segar kelestarian gambuh  Desa Pedengan. Piha ASTI selain menjadikan gambuh pedungan sebagai kajian dan penelitian tari gambuh, ASTI sekaligus memperoleh tenaga pengajar tari gambuuh. Selain untuk tenaga pengajar dari sekaa gambuh ini ASTI jugak sempat melaksanakan pentas tari gambuh bersama diantaranya di Jaba Puri Saatria pada tahun 1967. Berkat sekolah seni ini gabuh pedungan memperoleh perhatian terutama bidang penataan yang menggunakan gamelan semar pegulingan.

Sumber Informasi : -

Kesenian Lainnya di kec. Denpasar Selatan