desa

banjar

pura

puri

subak

kesenian

situs budaya

lokasi wisata

sulinggih

lpd

pasar

tokoh seni tari

tokoh seni musik/tabuh

tokoh seni karawitan

dalang

tokoh sastra

tokoh seni drama

tokoh seni patung

tokoh seni ukir

tokoh seni lukis

pemangku

tukang banten

sekaa tabuh

sanggar tari

sanggar karawitan

sanggar pesantian

sanggar arja

sanggar wayang

sanggar dolanan

sanggar lukis

Tokoh Seni dan Budaya di Kota Denpasar

I Wayan Ceteg • Desa Dangin Puri Kauh

Author : Dinas Kebudayaan Kota Denpasar

Post on : Jul 17 2018 :: 11:23:41 AM

Viewed by : 1118 people

I Wayan Ceteg • Seni Patung


Tak banyak orang tahu bahwa patung Saraswati yang sekarang masih berdiri kokoh di serambi dalam Fakultas Sastra Universitas Udayana adalah karya I Wayan Ceteg, pemahat terkenal dari Banjar Tampak Gangsul. Begitu pula siapa tahu dengan jelas bahwa patung yang sekarng tetap monumental di ujung Barat Jalan Gajah Mada adalah juga karyanya.

                I Wayan Ceteg dilahirkan di Banjar Tampak Gangsul, Denpasar tahun 1906. Ketika meletus perang Puputan Badung Ceteg konon masih dikandungan ibunya. Ayahnya I Wayan Keraweng adalah seorang petani. Ibunya Ni Wayan Bunter adalah seorang wanita biasa. Ceteg mengaku tak pernah duduk di banku sekolah, tetapi ia fasih membaca aksara Bali dan huruf latin.

                Belajar memahat pertama kali pada A.A. Made Gede dan Jeroan Gerenceng, sejak umur 15 tahun ia telah mulai belajar mengukir sendiri. Di tahun 1930 dengan modal seadanya ia memberanikan diri bekerja sebagai pande mas (tukang emas). Selain itu ia juga menyalurkan bakatnya dengan mengukir kayu dan batu padas. Semakin hari banyak orang menaruh perhatian padanya. Tawaran kerja sama untuk pekerjaan berskala besar sering datang padanya. Sosialisasi dirinya cukup kental, tak jarang ia disuruh sama-sama membuat wadah, lembu untuk upacara pengabenan.

                Selain barang-barang dari emas, gagang keris, hasil karyanya berupa penyekat ruangan, yang dikerjakan bersama kawan-kawan tersimpan di sejumlah museum di Eropa, di antaranya menjadi dokumentasi sebuah museum di Paris. Rumahnya di bilangan Banjar Tampak Gangsul memang penuh bergelantungan pernik-pernik asesoris emas dan perak, mulai dari gagang keris, perhiasan wanita, beragam panil mungil menjadi saksi betapa ketekunan seorang I Wayan Ceteg.

                Perkawinanya dengan Ni Bunter hamper setengah abad silam, membuahkan lima anak. Dua diantara 5 bersaudara itu, yaitu Ni Ketut Nendra Tega dan Ketut Yatjna meneruskan tradisi sang ayah. Mereka menjadi tukang emas, yang kelak bisa menyaingi kehebatan ayahnya I Ceteg. Di usia lanjut Ceteg ternyata masih punya semangat, tangannya tampak menari di pernik bongkahan emas. Maklum ia begitu banyak dijejali pesanan. Kerjanya kadang tampak sangat elit, itu bisa dilihat dari beberapa orang yang datang padanya.


•   Alamat   : Jl. Nakula No.33, Dangin Puri Kauh, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, BANJAR TAMPAKGANGSUL, DESA DANGIN PURI KAUH, Denpasar Utara

•   No Telp.   : 0

•   Tempat/Tgl Lahir   : Denpasar,   17 Juli 1906

•   Menekuni Sejak   :   17 Juli 1921

Detail Lainnya


•   Nama Suami/Istri   : -

•   Nama Ayah/Ibu   : I Wayan Keraweng • Ni Wayan Bunter

•   Nama Anak   : • -  

Hasil Karya


Penghargaan


Sumber Informasi : -

Tokoh Seni dan Budaya Lainnya di kec. Denpasar Utara