desa

banjar

pura

puri

subak

kesenian

situs budaya

lokasi wisata

sulinggih

lpd

pasar

tokoh seni tari

tokoh seni musik/tabuh

tokoh seni karawitan

dalang

tokoh sastra

tokoh seni drama

tokoh seni patung

tokoh seni ukir

tokoh seni lukis

pemangku

tukang banten

sekaa tabuh

sanggar tari

sanggar karawitan

sanggar pesantian

sanggar arja

sanggar wayang

sanggar dolanan

sanggar lukis

Tokoh Seni dan Budaya di Kota Denpasar

I Gede Puja • Desa Sesetan

Author : Dinas Kebudayaan Kota Denpasar

Post on : Jul 17 2018 :: 02:16:59 PM

Viewed by : 1275 people

I Gede Puja • Seni Kesusastraan


Tatkala perang puputan Badung meletus tanggal 20 September 1906, I Gede Puja mengaku telah berumur 7 bulan. Sang ibu memomongnya dengan penuh rasa tajut, kalau-kalau rumahnya kena sasaran meriam Belanda. Serangan besar besaran terhadap kerajaan Badung.

                Masa-masa dimana I gede Puja masih bayi memang tak begitu mudah dilupakan oleh ayahnya. I Gede Puja harus dibesarkan dalam suasana perang. Setelah Badung jatuh oleh serangan Belanda, wilayah Badung menjadi daerah taklukan penjajah Belanda.

                Ketika berumur 12 tahun, Puja sempat memeproleh pendidikan SR. oleh suatu sebab, mengingat ia bukan seorang kaya atau seorang ningrat, Puja tak punya keinginan melanjutkan ke sekolah Belanda. Puja sendiri kemudian mengambil sikap untuk belajar di rumah, memperdalam pemahamannya tentang sastra kawi.

                Memasuki usia 23 tahun, ia berguru kepada sulinggih Ida Rai Glogor. Dari tokoh ini ia sering melakukan perdebatan-perdebatan filosofis dari belajar sastra Kawi secara mendalam. Pada masa-masa  yang sama ia juga belajar mewirama kepada Wayan Reta.

                Tahun 1940-an di wilayah Denpasar Selatan, Puja adalah satu satunya tokoh sastra. Pada tahun ini pula ia telah menjadi guru sastra kawi. Ia masih ingat murid kesayangannya yang paling pandai. Yakni I Nyoman Gardu dari Samping Buni, Denpasar. Puja adalah tokoh pertama pelopor pendiri seka pesantian pertama Denpasar

                Perjalanan hampir 92 tahun memang sangat melelahkan. Sekarang ia lupa segala pengambarannya di masa silam.kegiatannya sehari-hari kini hanya membaca dan membaca, tanpa kuasa lagi melanjutkan bait-bait wirama dengan indah. Suaranya sudah mulai parau. Atas pengabdiannya yang tulus Itu di jagat sastra, Puja pun mendapat pengakuan pemerintah. Tahun 1975 ia dianugrahi Piagam Penghargaan Garjita Budaya oleh Bupati Badung I Wayan Dana.


•   Alamat   : -, BANJAR KAJA, DESA SESETAN, Denpasar Selatan

•   No Telp.   : 0

•   Tempat/Tgl Lahir   : Denpasar,   17 Juli 1906

•   Menekuni Sejak   :   01 Januari 1929

Detail Lainnya


•   Nama Suami/Istri   : Ni Ketut Rinten, Ni Made Supleg, Ni Nyoman Rantin

•   Nama Ayah/Ibu   : Guru Ketut Jati • Ni Nyoman Nyampleg

•   Nama Anak   : • -  

Hasil Karya


Penghargaan


Sumber Informasi : -

Tokoh Seni dan Budaya Lainnya di kec. Denpasar Selatan